wahai dunia kelam yang memberikan penderitaan, kau mengajarkan banyak hal pada diri yang lemah ini.
Wahai pemberi kedukaan,ada banyak hal yang sudah saya lewati, pada gunung yang tinggi ku daki, pada jalanan setapak yang berduri menghina,mencemoohkan diriku
Semua menganggap aku sampah, tidak peduli seberapa besar kasih sayangku terhadap mereka. Seberapa besar belaskasihan yang aku harapkan dari mereka.. Mereka hanya menganggap bahwa kebenaran selalu berpihak pada mereka
Namun terlepas dari semua itu, terimakasih karna kau mengajarkan banyak hal padaku, kau mendesakku keluar dari duniamu, kau membuatku sadar bahwa masih ada yang harus kuselesaikan.
Hidup itu tak pernah lepas dari sastra, apapun yang kita lakukan, kita alami, dan kita temui dalam kehidupan kita. Setiap peristiwa itu mengingatkan dan mengajak kita untuk berimajinasi hingga mampu menghasilkan berbagai jenis karya sastra.semoga karya-karya sastra dalam blog ini dapat memberikan suatu pelajaran hingga berguna bagi kita yang mencintai sastra.
Kamis, 12 Desember 2019
Langganan:
Postingan (Atom)
Contoh Teks Karya Ilmiah Singkat
ANALISIS PRAGMATIK DEIKSIS TEMPAT DAN WAKTU PADA CERPEN MAUKAH KAMU MENGAPUS BEKAS BIBIRNYA DI BIBIRKU DENGAN BIBIRMU BAB 1 Pendahuluan Cer...
