Sabtu, 21 Maret 2020

Cinta Dalam Doa

Menemuinya dalam mimpi
Menyapanya ketika terjaga
Menciumnya lewat harapan
Menggenggamnya dengan doa

Ada sepucuk surat cinta yang kutitipkan pada Tuhan,
Dengan seuntaian bujuk rayu
Karena hanya Dia yang tahu
 
Bagaimana aku dihatinya
Apakah aku pemenang
Ataukah aku hanyalah rumah singgahan,
Yang siap ditinggal pergi

Sejauh rasa ini menetap
Selama itu juga aku bertahan
Walau tak ada kepastian
Tapi ada keyakinan

Bahwa hujan akan turun dimusimnya
Bunga akan mekar pada saatnya
Matahari akan terbit diwaktunya
bulan akan bersinar pada malamnya
Juga penantian akan berakhir dimasanya



Tentang Kita

Kisah itu terjadi terlalu cepat,sehingga tidak bisa dilukiskan secara pasti. Tapi aku bisa mendongengkannya pada setiap orang yang bertanya tentang kita, tentang hari-hari yang sudah kita lewati, tentang suka dan duka kita dalam mengerjakan tugas,tentang hal-hal konyol yang kita lakukan dalam menghadapi Dosen,meniru gerak-gerik dosen,segala omelan karena tugas menumpuk... Iya.. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Ada beberapa kisah yang tidak bisa diceritakan, karena jika diceritakan bahkan dinding sekalipun bisa menangis.
Heyy.. sahabat seperjuangan, terimakasih sudah memberi warna dalam kisah ini, terimakasih sudah berjuang dan bertahan sejauh ini. Terlalu banyak  cerita yang terlahir, ada yang sudah dilupakan dan ada yang sengaja dilupakan. Kita berdiri ditempat yang sama.. Menatap bintang yang sama.. Meraih bintang yang sama..meski dalam prosesnya terkadang kita saling bertentangan, bahkan terkadang kita sampai bertengkar, tidak saling menegur. padahal hanya karena hal sepeleh. Namun itu tidak bertahan lama, mana mungkin kopi bisa melupakan gula,sedangkan yang memberi kenikmatan itu adalah gula, mana mungkin  pensil bisa melupakan penghapus, sedangkan ketika pensil salah melukis, penghapuslah yang akan menegurnya dan berusaha menghapusnya sehingga tidak ada jejak yang tertinggal yang kemudian akan menimbulkan jejak baru...

Ada satu kisah yang tidak bisa aku lupakan , dimana kita mengalami masa-masa sulit,  kantong kering, perut kita bunyi.. yang tersisa hanyalah berapa rupiah, Masih ingatkah kau kita duduk diberanda kantin, sekali-sekali menengok kedalam sambil menebak apa yang harus kita beli biar semuanya kebagian.. Nah ketika semuanya kebagian masih saja salah satu dari kita yang usil  untuk rebut-rebutan...
 Kisah ini akan terbawa hingga suatu saat ketika kita berpisah, ketika tidak ada kisah  baru yang bisa kita ciptakan lagi, kita cukup mengenang kembali kisah itu, mendongengkannya pada murid-murid kita, atau jadikan itu dongeng sebelum tidur bagi mereka yang akan Tuhan titipkan pada kita.
Dan akhirnya hanya ada satu kalimat yang bisa aku berikan.. Suatu saat ketika kita tidak bersama lagi, jangan pernah melupakan aku, keujung dunia manapun kita pergi, sekali-sekali cobalah rindu dengan semua yang telah kita lewati bersama. 

Kamis, 19 Maret 2020

Cinta Teruji Waktu

Semua berawal dari sini, dari dimana kami bertemu,dari dimana kami saling menyapa. Ada rasa malu
bercampurkan mau. Meski aku dan dia bukanlah orang asing, tapi saat rasa itu ada,kami seperti orang asing. Didepan setiap mata yang memandang kami, tak ada kata yang terucap, aku seperti orang bego. Salah tingkah selalu terjadi. Ingin terlihat sempurna namun hasilnya Ditertawakan. Semua itu karena dia. Saat itu aku sadar, bahwa jauh dilubuk hatiku ada rasa ingin memiliki yang tertinggal lama dan terus menekanku untuk mengungkapkannya. Beruntungnya rasa gengsi lebih kuat dari rasa itu sendiri. Mana mungkin bunga berani memanggil kumbang. Sedangkan kumbangnya hanya berani terbang mengelilinginya tanpa ada tanda untuk hinggap. Namun Sepertinya waktu tak mau lama-lama bermain petak umpet. Hingga akhirnya aku menemukan jawaban atas pertanyaanku. Rasa ini juga ada dan melekat padamu.
Tak perlu menunggu waktu lama untuk menjawab. Karena dia sendiri pun pasti tau, inilah yang aku inginkan, memilikinya dan menjadi miliknya.
Pelan-pelan rasa itu makin membesar dan bercabang jika awalnya hanya ingin memiliki,kini ada rasa peduli, khawatir,cemburu dan juga rasa kasih dan sayang yang kian bertumbuh dan berkembang layaknya sebuah pohon yang hendak berbunga dan menghasilkan buah. Meski kadang buahnya tak pernah disukai orang. Namun dia tetap berbuah demi membuktikan kesetianya.
 pada suatu saat, waktu berusaha menguji kesetian itu. Kami berpisah jarak dan waktu. Aku harus pergi mencari dan mengejar apa saja yang sudah aku rencanakan.
 Jauh darimu mngajarkanku banyak hal.tentang waktu yang terbuang tanpa ada dirimu, tentang kesetian yang menguji  diriku saat ada cinta lain yang berusaha mendekatiku. Namun yang paling menyakitkan adalah ketika rindu membelengguku,memaksa dan terus memaksa,meminta haknya untuk segera diobati. Aku bisa apa. Jarak dan waktu lebih berkuasa. Tak ada kesempatan yang diberikan kepadaku.
Yang mengerti denganku saat itu hanyalah sebuah benda kecil,yang sering ku genggam dan kubawa kemanapun aku pergi. Dia dengan setianya membantuku menemui dia, meski yang ketemu hanyalah suara kami. Namun itu sudah cukup mengobati setiap kerinduan, menjawab setiap pertanyaanku tentangnya ketika aku tak ada didekatnya.
Sampai saat ini, hanya benda kecil itulah yang mampu melihat dan memahami apa yang aku rasakan. Dialah yang tak pernah menghianatiku, seperti sahabat yang setia menjadi jembatan gantung  yang siap menghubungkan jarak antara aku dan dia.


Pakailah Aku semau-Mu

Jika Engkau inginkan,
Aku siap menjadi kayu
Rela terbakar sia-sia
Hanya untuk memberikan kehangatan
Meski kadang mereka membenci asapku

Jika Engkau inginkan,
Aku siap menjadi hujan
Yang berusaha basahi gersangnya bumi
Meski keberadaanku kadang tidak diinginkan mereka

Jika Engkau inginkan,
Aku siap menjadi gunung
Yang menampungi beribu pohon
Hanya untuk memberikan kesejukan
Meski kadang aku dianggap hutan menakutkan

Jika Engkau inginkan,
Aku siap menjadi bintang
Meski sinarnya tak pernah dibanggakan
Paling tidak aku pernah berguna

Bagi mereka yang lapar akan cinta
Bagi mereka yang haus akan perhatian
Bagi mereka yang dibelenggu oleh kekuasaan tak bertanggungjawab

Aku Mau,
Jadi apapun yang Engkau mau
Pakailah aku semau-Mu





Kamis, 12 Maret 2020

Cinta Ini Mati


Kecewa
Lagi dan lagi
Namun rindu selalu menghianati hati
Meski hati berulangkali mengelak

Tak ada kebencian yang tercipta
Tak ada rindu yang menunda
Bagaimana mungkin aku bisa pergi
Saat rindu mendesakku untuk
Kembali
Bagaimana mungkin aku berpaling
Saat semua syairku  berobjek tentang dirimu
Ini bukan dongeng
Bukan juga  cerita fiktif
Ini realita

Sakit saat kau menangis
Gelisah saat kau tak ada
Rapuh saat kau abaikan
Kenapa?

Bukan karena apa-apa
Tapi
Karena cintaku telah mati bersamamu





Contoh Teks Karya Ilmiah Singkat

 ANALISIS PRAGMATIK DEIKSIS TEMPAT DAN WAKTU PADA CERPEN MAUKAH KAMU MENGAPUS BEKAS BIBIRNYA DI BIBIRKU DENGAN BIBIRMU BAB 1 Pendahuluan Cer...