Minggu, 13 Juni 2021

Contoh Teks Karya Ilmiah Singkat

 ANALISIS PRAGMATIK DEIKSIS TEMPAT DAN WAKTU PADA CERPEN MAUKAH KAMU MENGAPUS BEKAS BIBIRNYA DI BIBIRKU DENGAN BIBIRMU





BAB 1


Pendahuluan

Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek. maksud dari cerita pendek di sini adalah ceritanya kurang dari 10.000(sepuluh ribu) kata atau kurang dari sepuluh halaman. cerpen juga bisa disebut sebagai karangan fiktif yang yang berisikan tentang sebagian kehidupan seseorang atau juga kehidupan yang diceritakan secara ringkas yag berfokus pada satu tokoh saja. peneliti akan menganalisis tentang deiksis dalam cerpen, khususnya deiksis tempat dan waktu yag terdapat pada cerpen maukah kamu menghapus bekas bibirya di bibirku dengan bibirmu. alasan peneliti mengangkat permasalahan ini disebabkan karena menurut pandangan peneliti, masyarakat khususnya mahasiswa kurang mengerti pembelajaran deiksis, permasalahan ini disebabkan oleh adanya pemikiran yang menganggap bahasa Indonesia itu mudah dipelajari. mereka merasa bahasa Indonesia itu mudah dipelajari karena bahasa indonesia merupakan bahasa yang digunakan sehari-hari padahal banyak materi-materi yang dapat dipelajari pada bahasa Indonesia terutama deiksis.

Rumusan masalah yang diangkat dalam penulisan makalah singkat ini adalah deiksis tempat dan waktu dalam cerpen “ maukah kamu menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu”.

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui deiksis tempat dan wqaktu dalam cerpen 

“ maukah kamu menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu”.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif gambaran suatu keadaan yang berlangsung tidak hanya mengumpulkan data saja tetapi juga sekaligus menganalisis, menafsirkan,dan menyimpulkan. hal ini sejalan dengan pendapat Meleong “metode deskriptif adalah berupa kata-kata,gambar, dan bukan angka-angka(2012:11). metode ini dipakai sesuai kerangka acuan penelitin kualitatif, dengan memaparkan secara deskriptif hasil analisis yang dapat dalam penelitin. 



BAB II

Pembahasan

Berdasarkan analisis penggunaan deiksis tempat dan waktu pada cerpen maukah kamu menghapus bekas bibirnya dibibirku dengan bibirmu, berikut beberapa contoh pembahasan tentang deiksis tempat(penunjuk) dan deiksis waktu yang terdapat dalam cerpen maukah kamu menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu.

deiksis tempat

data 1 seorang wanita muda dalam sikap mencurigakan berdiri di pinggir geladak sambil memegang tali kapal.

data 1 penggunaan deiksis tempat “di pinggir” refrennya mengacu pada kapal tempat berdirinya wanita tersebut.

data 2 dia tampak sedang bersiap-siap hendak melakukan upacara bunuh diri, melompat dari lantai kapal itu. 

data 2. penggunaan deiksis tempat “ dari lantai” refrennya mengacu pada tempat yang berdiri wanita yang hendak menjatuhkan diriya.

data 3 dia tak berallh dari menatap kejauhan laut, disana ada sebuah pulau.

data 3 deiksis tempat “ di sana “ refrennya mengacu pada ujung laut yang dipandang wanita tersebut yang merupakan sebuah pulau.

data 4 tak satupun benda-benda itu kuijinkan melekat ditubuhku saat aku telah menjadi mayat di dasar laut.

data 4 penggunaan deiksis tempat “ di dasar” refrennya mengacu pada bawah laut ketiks wanita itu telah menjadi mayat.

data 5 dari atas kapal yang pernah membuat sejarah pertemuan kami.

data 5 penggunaan deiksis tempat “ dari atas “ refrennya mengacu pada kapal yang sedang ditumpngi wanita tersebut,dia hendak mambuang semua benda yang diberikan mantan kekasihnya.

data 6 di dalam lensa terhampar pemandangan yang pantastis

data 6 penggunaan deiksis waktu “di dalam” refrenny mengacu pada kamera yang digunakan lelaki yang sedari tadi memperhatikan wanita tersebut

data 7 sebuah pulau berbentuk bercak hitam dikejauhan samudra terlukis di sampingnya dalam bingkai lensa.

data 7 penggunaan deiksis tempat “ di samping “ refrennya mengacu pada tempat dekat berdirinya wanita itu jika dilihat dalam lensa pmilik lelaki tersebut. 



deiksis waktu 

data 1 baru saja ada diantara anak buah kapal berusaha mendekatinya, mencoba mencegah perbuatan nekat itu.

data 1 penggunaan deiksis waktu “ baru saja “ refrennya mengacu pada waktu yang sudah terjadi beberapa menit yang lalu. 

data 2 sejak itu kami akrab

data 2 penggunaan deiksis waktu “sejak itu” refrennya mengacu pada waktu yang sudah terjadi dan dicerita ulang oleh orang yang mangalami kejadian tersebut.

data 3 besok adalah hari terkhir aku di kenyutanan. 

data 3 penggunaan deiksis waktu “besok” refrennya mengacu pada waktu yang belum taerjadinamun akan terjadi. yaitu waktu kepulangan dosen sastra tersebut.

data 4 selama 5 hari, siang dan malam tak pernah berpisah.

data 4 penggunaan deiksis yang digunakan” 5 hari” refrennya mengacu pada waktu kebersamaan dosen dan mahasiswa sastra tersebut yang berlangsung selama lima hari.

data 5 malam kita duduk berdekatan diwarung-warung membiarkan kopi dingin sambil berpandangan.

data 5 penggunaan deiksis “ malam” refrennya mengacu pada waktu telah dilewati bersama dosen dan dan mahasiswa tersebut.



BAB III

Penutup

Penggunaan deiksis tempat dalam cerpen maukah kamu menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu dituangkan dalam dalam contoh seperti disana,di dalam, di samping, dipinggir, dari atas, dari lantai dan dari dasar. sedangkan deiksis waktu dituangkan dalam contoh seperti besok,baru saja, malam,5 hari, dan sejak i

Dalam deiksis tempat dimungkinkan bahwa dasar-dasar pragmatik deiksis tempat adalah jarak psikologis, dalam deiksis tempat dapat diketahui bahwa objek kedekatan secara fisik dan juga memiliki landaan psikolgis tidak jauh berbeda dengan deiksis waktu juga memiliki landasan psikolgis yang sama dengan deiksis tempat. bentuk-bentuk deisksis waktu yang bukan waktu adalah waktu dikeleder atau waktu jam. 

 


Minggu, 23 Mei 2021

Contoh teks ekplanasi berbasis budaya


BELIS

Pernyataan umum

Pada dasarnya Manusia tidak terlepas dari eksistensinya sebagai mahluk berbudaya. Mendengar kata belis,tentunya tidak asing lagi ditelinga kita. Apa lagi jika menyangkut belis daerah manggarai. Belis merupakan suatu tradisi adat yang sudah ada dari generasi sebelumnya dan akan tetap terus diwariskan secara turun-temurun dan juga sebagai bentuk penegasan bahwa kedua pasangan tersebut sah dan diakui secara adat karena apabila tidak melalui belis maka secara adat bisa dikatakan kedua pasangan tersebut tidak jelas.  

Urutan sebab akibat

Dewasa ini tuntutan belis menjadi suatu persoalan besar yang akan dihadapi oleh kedua belah pihak terlebih pada pihak laki-laki. Ketika acara masuk minta, pihak laki-laki harus bisa membawa setengah dari harga yang sudah ditentukan. Sebagai tanda ucapan terima kasih kepada orangtua gadis, belis menjadi suatu beban besar yang dapat melahirkan utang piutang bagi pihak laki-laki. Ini disebabkan oleh harga yang diberikan dari pihak perempuan kepada pihak laki-laki.

Oleh karena belis yang terlampau besar ini, membuat laki-laki masa kini berusaha untuk tidak salah memilih jodoh, bahkan ada yang laki-laki yang berusaha mencari gadis diluar daerah manggarai. kejadian itu dilakukan untuk mnghindari adanya permasalahan dan juga untuk mengetahui budaya-budaya luar yang tidak menuntut belis sebagai suatu tradisi untuk menikah. 

Interpretasi

Belis tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga akan memberikan dampak negatif kepada pihak laki-laki. Selain pihak laki-laki mendapatkan penghormatan dari pihak perempuan, pihak perempuan juga merasa lebih dihargai oleh pihak laki-laki. Sebagai dampak negatifnya belis memberikan beban kepada seorang laki-laki yang hendak menikah. Dampak negatif lainnya, belis juga dapat menyebabkan utang piutang yang akan dialami oleh pihak laki-laki dan mungkin akan mempengaruhi kehidupan rumah tangga kedua mempelai ketika sudah menikah.


Senin, 10 Mei 2021

Contoh teks negosiasi

 

Contoh teks negosiasi berbasis kearifan local Manggarai

Kain songke


Maria : selamat pagi nde, 

Ibu : selamat pagi nu, mau cari apa nu?

Maria : saya mau cari kain songke nde, 

Ibu : mari sudah nu.. mau cari motif yang bagaimana nu?

Maria : yang motif wela runu nde, ada kah?

Ibu : ada nu,kebetulan tinggal satu saja nu..

Maria : berapa harganya nde?

Ibu : harganya 400 nu…

Maria : ole nde.. bisa turun sedikit kh nde….

Ibu : bisa nu.. mau minta berapa nu?

Maria : 300 sudah kh nde….

ibu : deee nu..rugi saya kh nu.. 370 nu?

Maria : 350 sudah kh nde….

Ibu : iya sudah nu..(sambil membungkus kain)

Maria : ini sudah uangnya nde, 400 nde…

Ibu : kembali 50 nu e..

Maria : terimakasih nde…kapan-kapan kalau saya mau beli lagi kain, saya datang lagi 

    nde…..

ibu : iya nu sama-sama.. 

maria : baik sudah nde.. saya pulang dulu….

Ibu : iyo nu.. hati-hati…




Senin, 03 Mei 2021

Songke Tak Sama Sekali


 Pemberi beda pada yang lain

Tak sama sekali indahnya

Keanggunan yang keluar di auranya 

Membuahi pertanyaan sana sini

Siapa punyakah itu?

Manggaraiku, tanah tempat kaki berpijak

Menanamkan rasa percaya diri terdalam,

Sungguh kau sama sekali tak sama indahnya

Berbangga jugalah menjadi punyamu,

Karena tak sama sekali indahnya

Kau lebih dari yang lebih indah 

Hingga ketika memakainya

Darah tanah Air ku terpancar,

Mewakili semua keindahan di muka bumi 

Rabu, 21 April 2021

Perihal Ibu


Tak pernah berharap lebih dari yang ada
Karena sesungguhnya sederhana adalah bahagia, kudapati semuanya dari caramu mencintaiku. Mengajariku menghargai kekurangan. dari mana lagi pelajaran berharga itu harus kudapat saat semua kemewahan menjadi tolak ukur untuk dipandangi mata. 

"Apa adanya, tak perlu melihat sekitarmu karena mereka bisa menjatuhkanmu. 
Begitulah katamu. 
Meski terkadang telingaku tak peka dengar perkataan itu, hatiku tak terpengaruh, Kau dengan sabar, sekali lagi, " Jangan, bukan kamu, ini milikmu, yang itu bukan". 
 
Kau dengan segala kelemahan dan kebutaan hurufmu, dengan tangan kasar hitam menjelekan, menyentuhku penuh rasa cinta dan harapan tersirat. Dan aku pun terbujuk auramu.. Semakin membias dan pengaruhi seluruh prinsip hidupku.

Inilah aku.. Hasil didikanmu. Baik burukku adalah dirimu. 

Seluruh dukamukan ku ubah, 
Hingga hilang terjebak waktu.







Senin, 12 April 2021

Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi


        Maraknya covid-19 mempengaruhi perubahan proses pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di berbagai jenjang pendidikan termasuk pendidikan keguruan. Pembelajaran yang biasanya berlangsung secara tatap muka dalam kelas kini diganti dengan pembelajaran daring dengan memanfaatkan berbagai aplikasi yaitu zoom,google meet,classroom,moodle dan lain-lain. Namun penggunaan media pembelajaran daring memberikan dampak yang besar pula bagi siswa maupun maha siswa.

         Pembelajaran daring tidak terlepas dari jaringan internet. Koneksi jaringan internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi siswa dan maha siswa yang tempat tinggalnya sulit untuk mengakses internet belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk menyediakan paketan data internet yang terlampau mahal. Sehingga tidak heran jika banyak siswa atau maha siswa yang tidak nyaman dengan pembelajaran daring. Selain itu pemahaman siswa atau pun maha siswa semakin menurun.

         Pemahaman yang didapatkan siswa maupun mahasiwa dalam pembelajaran bahasa dan Sastra Indonesia selama masa pandemik semakin rendah dikarenakan adanya pergantian system pembelajaran. Hal ini menyebabkan adanya rasa tidak percaya diri dan rasa “percuma” untuk tetap meneruskan pendidikan. 

          Berdasarkan permasalah tersebut sangat diharapkan kepada pemerintah untuk melihat dan memperbaiki kembali berbagai kendala yang terjadi misalnya membuka gratis layanan aplikasi daring dan juga pemerintah menyiapkan kurikuluk dan silabus pembelajaran berbasis daring.

Kamis, 25 Maret 2021

Mungkinkan Jera




Ijinkan aku mengerti sedikit dari banyaknya alasan mengapa aku harus menanti, 
Ketika ketidakpastian membuat diri dilemah. 
Kau hanyalah jadikan aku pelarian dari kesepianmu, hingga berlarut-larut kebencian membuahi dendam. 
Jika aku masih disini, bertahan diwaktu seperti ini, bukan karena ingin membuktikan aku mampu merubahmu, tapi karena aku mampu setia meski kau tak lagi menyimpan rasa lebih lama sesuai yang kuinginkan. 
Cobalah untuk pahami bahwa aku bisa jera ketika aku benar-benar lelah dalam luka yang terus tercipta. 




Sabtu, 06 Maret 2021

Terbiasa

Bersama denganmu adalah kebiasaanku
Bagaimana mungkin aku tinggalkan mentari pagi yang setia menjemputku ketika kubangun dari tidurku.. 
Bagaimana bisa aku melupakan senjaku, 
Yang selalu memberikan keindahan dengan memanjakan diriku saat menjemput malam. 
Bukan sebuah permainan yang akan siap ku pertahankan ketika aku menang atau kalah. 
Tapi sebuah komitmen yang harus aku perjuangkan  ketika aku diberi pilihan. 
Kau adalah kebiasaanku.. 
Aku terbiasa denganmu
Dan tak akan pernah terbiasa tanpamu, 
Kau impianku.. 
Meski ada saat kau akan menjadi lukaku. 
Stop... 
Berhenti disini.. 
Jangan tanyakan lagi seberapa banyak alasanku untuk bersamamu.. 
Tapi bertanyalah kenapa kau pantas menjadi bagian dari setiap alasan itu.. 





Jumat, 19 Februari 2021

Raga tak bernyawa

Malam menyapa tak ada guna
Sebab luka tancap terlalu dalam
Bahasa tubuh tak mampu dipahami
Oleh karena maaf tak bisa

diberi lagi
Hanya satu dari seribu yang diinginkan
Namun peka tak juga digunakan
Apalah daya, 
Berjalan semaunya, 
Berlari sebisanya, 
Tak juga lihat dibelakang
Ada apa??? 
Terluka tapi ditahan
Terpaku duri namun hanya diam, 
Hening.. 
Sekali lagi peka tak juga digunakan
Sedang hati terus ditawar luka
Beban terus menginjak otak
Kau berlari dengan hati tenang 
Aku menatap dengan mata berlinang
Hingga diri siap beradaptasi
Dengan kekosongan, 
Kehampaan, 
Tak ada satu juga tersisa
Kau mainkan perananmu
Meski tak sadar posisi, 
Namun tawa terus hujani, 

Bahagia??
Bangga? 
Duniamu menghancurkan ragaku
Disana-sini terlilit penyesalan
Hingga napas mau tak mau
Punya raga tak lagi bernyawa








Rabu, 10 Februari 2021

Rindu Dalam Senja

Aku tak mengerti kenapa ada kata rindu dalam kamus bahasa Indonesia, aku hanya bisa memaknai kata rindu dengan hasrat ingin bertemu. Pertemuan singkat meski tanpa kata terucap dibibir, namun mata berbicara dalam penglihatannya. 
Seperti itulah rindu yang terus berteriak dalam jiwaku..  Aku kehilangan kesempatan untuk itu saat aku sadar bahwa sekali lagi waktu mencoba bermain undi-undian denganku.. 
Aku mengalah, tak ada jawaban yang bisa kuberikan, 
Sekali lagi

masih tentang keadaan. 
Hingga akhirnya aku ragu pada senja yang tidak pernah bosan menunjukan keindahannya, apakah dia tulus sedang bekerja atau hanya sedang menggoda para insan yang saling merindukan satu sama lain seperti yang ku alami saat ini. 
Meski aku sadar bahwa bersamamu lebih indah dari menatap senja yang tak pernah berkata tujuannya. Namun tak bisa dipungkiri lagi  bahwa setiap saat ketika senja, dia telah hadirkan kenangan waktu terindah saat bersama denganmu. 





Kamis, 28 Januari 2021

Rindu Pilu

Sedikit waktu terlewat

Hadirkan serpihan sesal

Dengan rindu yang kian menjadi

Hangatkan jiwa yang menggebu

Jangan tanyakan kapan temu

kini hati tak mampu jawab

Desakan gelora kian mencuat

Membahana disepanjang malam

Yang kini ku artikan

Takan terganti selain jumpa

Hei pencipta waktu

Jangan tunda lagi, 

Jangan menahan lebih lama, 

Aku terjerat rindu penuh

Semakin pilu dibuat waktu

Hei pencipta jarak

Jangan berkuasa lagi, 

Jangan menari semakin lama

Kau takan mengerti 

Rasanya rindu takan terganti







Contoh Teks Karya Ilmiah Singkat

 ANALISIS PRAGMATIK DEIKSIS TEMPAT DAN WAKTU PADA CERPEN MAUKAH KAMU MENGAPUS BEKAS BIBIRNYA DI BIBIRKU DENGAN BIBIRMU BAB 1 Pendahuluan Cer...