Senin, 18 Mei 2020

Hanya Ada Kau

Mencintaimu dari semua sisi
Akan ku lakukan 
Bukan karena keadaan 
Tapi untuk menyelamatkan hati
Yang tak sanggup jauh darimu

Membawanya dalam mimpi 
Menjadikannya alasan dalam intensi ku
Hingga Dia mendengar 
Bahwa akan memperhitungkannya

Tak ada lagi yang ku sisakan
Hanya ada dirimu
Cintamu juga impianku
Yang terus bersuara
Mengingatkan setiap kata dan lakuku

Cukup ragu
Sudahi saja semua resah gelisah
Dan kau sendiri harus yakin
Disini ku bertahan untuk kepastian
Tentangmu dan hidupku

Sabtu, 16 Mei 2020

Sunyi

Digubuk tua itu
Pernah terdengar tawa,
teriakan para bocah
Sana-sini penuh ceria

namun tiba saatnya
Semua pergi
Tapi akan kembali
Sunyi sepi akan menari 
Penuhi setiap sudut ruangan,
Setiap mata yang melihat
Bertanya-tanya 
Ada apa?

Kursi itu
Dulu pernah terisi
Kini kosong , tak ada jejak yang tinggal
Namun ada nyawa yang menanti nyawa lain.

Hingga semua kembali
Daun tak lagi keguguran
Gersangnya dunia menghilang
Tawa bocah kembali terdengar
Suara alunan gitar menghiasi 
Gantikan sepi yang pernah singgah diperkarangan gubuk itu.






Rabu, 13 Mei 2020

Harapan Baru

Bersyukur adalah sapaan pagi yang lebih bermakna untukMu sang Pemberi.
Untuk semua berkat dan anugrah.
Segala nyanyian dan pujian yang tak pernah diperdendangkan lagi.
Ku sembahkan untuk mengawali hari baru ini.
Terimakasih atas pemeliharaan sepanjang tidur malam ku.
Kini ku awali hari baru ini dalam namaMu.
Dengan harapan campur tanganMu dalam setiap pekerjaanku  dan dengan kuasa Roh KudusMu aku dapat menyelesaikan semuanya ketika senja tiba. Awasilah kata dan tindakanku untuk tidak menyakiti mereka  yang akan ku jumpai,sehingga kedamaian senantiasa menetap dalam seluruh rangkain peristiwa yang akan terjadi dihari ini. 



Senin, 11 Mei 2020

Arti Kepercayaan

Menjaga kepercayaan orang lain itu ibaratnya menjaga diri sendiri. Ketika kau ceroboh saat menggunakan benda tajam, maka kau akan terluka dan ketika luka itu sembuh, dia akan meninggalkan jejak, yang mungkin akan kau ingat ketika kau berada dalam kondisi yang sama ketika terluka. Saat itu kau mungkin akan merasa ragu atau takut untuk menggunakan benda tajam itu lagi. Rasa takut untuk terluka akan mengalahkan keberanianmu. Entah kau sadar atau tidak, tapi inilah kenyataannya bahwa sesuatu itu sangat berharga ketika kau mampu menggunakannya dengan sebaik mungkin. 
Sebaliknya, ketika kau bisa menggunakannya dengan baik. Maka tidak akan ada rasa takut untuk sekali lagi menggunakannya.
  Kepercayaan selalu identik dengan janji. Ketika kau mengucapkan sebuah janji dengan siapa saja, maka saat itu kau menanamkan kepercayaan dalam diri orang lain.. kau mendapatkan kepercayaan dari orang lain,yang mungkin tidak semua orang mendapatkannya. 
 untuk menjaga kepercayaan itu, kau perlu menempati setiap janji yang sudah diberikan. Ketika kau menempati janjimu, maka saat itu juga kau telah berhasil menjaga dirimu.menjaga diri dari orang-orang yang sudah menaruh kepercayaan. Orang mungkin akan bangga dan akan selalu percaya padamu. 
 Sebaliknya, ketika kau tidak menempati janjimu, kau akan kehilangan segalanya. Kepercayaan,harapan dan bahkan harga dirimu. Sedikit saja kau menghianati kepercayaan orang lain, maka selamanya kau tidak akan dipercaya lagi. Orang akan ragu untuk membuat janji padamu, jika sekali pernah menghianati maka tidak menutup kemungkinan itu akan terjadi   untuk kedua kalinya. 
Oleh karena itu, jika kau ingin dipercaya, maka jaga setiap ucapan dan jaga setiap janji yang sudah diucapkan. Belajarlah untuk menempati,dari hal yang terkecil hingga terbiasa untuk hal yang lebih besar lagi. 
 

Sabtu, 09 Mei 2020

UntukMu

Sampai pada hari ini. Semuanya tetap sama. Masih denganmu,penantian ini,waktu ini, rasa ini semua berujung padamu.
Harus bilang apa lagi, saat semua waktuku lebih bermakna ketika bersamamu. Bukan hanya untuk kemarin, hari ini atau besok.. tapi selamanya. 
Untuk semua rasa yang ada dalam hati ini, sebenarnya ada keraguan yang terpendam, aku ragu untuk rasa yang sudah ku jaga ini, apakah suatu saat dia akan berbuah atau  hanya akan menumbuhkan daun-daun yang siap gugur kapan saja..
tidak, sebisa mungkin aku membuang pikiran kotor yang terus saja melekat dan menari dalam otakku. Aku harus belajar percaya dengan apa yang sudah ku mulai dan ku pelihara. tidak hanya untuk meluputkan diriku dari kebenaran, tapi juga demi setiap pengorbanan yang sudah diberikan padaku.

Contoh Teks Karya Ilmiah Singkat

 ANALISIS PRAGMATIK DEIKSIS TEMPAT DAN WAKTU PADA CERPEN MAUKAH KAMU MENGAPUS BEKAS BIBIRNYA DI BIBIRKU DENGAN BIBIRMU BAB 1 Pendahuluan Cer...