Senin, 06 April 2020

Ketika Senja Pantai Tanahling

Senja dipantai itu. Aku tidak ingin mengerti lebih banyak tentangnya. Aku hanya ingin mengerti bagaimana laut itu mengisahkan ketenangannya ditengah hiruk pikuknya nelayan yang berusaha mengganggu isinya. Memancarkan keindahan dengan bekas-bekas senja yang masih terlihat jelas. Tidak hanya itu. Ada karang tua berlumut yang setia menunggu surutnya.  Meski kadang terus menunggu diwaktu yang tak pasti.
Iyaa..... Aku benar-benar merasakannya.... Keindahan, ketenangan, kenyamanan...
   Dibalik kedamaian surga yang nyata itu, ada sejarah yang tercipta, sejarah yang terlukis sejak laut itu terbentuk.. Cucuran keringat yang meleleh sang nelayan,  suara tangisan yang tenggelam terbawa ombak, canda tawa  bocah-bocah  yang tak asing, yang menyelam dipermukaan laut. ada yang berlari-larian dan ada yang duduk termenung, entah memikirkan apa... Semuanya melepaskan dahaga yang mereka pikul sepanjang hari.
Aku teringat cerita-cerita orang. Cerita yang mungkin berlaku disetiap pantai.
Bukan sekedar cerita tapi itu seperti sebuah larangan. Dikala senja tiba, tak ada seorangpun yang berani menunjukan dirinya di pantai, meski hanya untuk bersantai-santai. entah kenapa larangan itu harus diadakan...kenapa harus menaruh curiga pada laut yang sudah memberikan harapan hidup kepada banyak orang. Bukankah semua ciptaan Tuhan itu baik adanya. Pertanyaan konyol yang tak membutuhkan jawaban kata orang. Ada banyak setan yang keliaran pada waktu seperti itu.  Iya asumsi seperti inilah yang sering didengar. Memberikan ketakutan luar biasa bagi mereka yang tak biasa. Sampai saat ini pun masih ada sisi keraguan campur ketakutan dalam diriku tentang hal itu.
Terlepas dari semua itu, Aku tak mau mengganggu keraguanku dengan kedamaian yang kudapati dari senja dipantai itu. Kadang aku berpikir, betapa baikNya Dia yang masih memberikan karyaNya dinikmati oleh Manusia. walaupun terkadang Manusia tak menghargai pemberianNya dan malah berusaha merusaknya.
Aku menikmati semuanya. Menikmati cakrawala yang dihiasi oleh memerahnya senja akibat sunset. Aku menikmati burung-burung yang lewat entah dari mana datangnya. Aku menikmati jejak-jejak kaki yang membesar dipasir itu. Jejak kehidupan yang memberikan inspirasi bagi pengunjung pantai Tanahling. Itulah nama yang ku dengar orang sebut , nama sederhana yang diberikan hanya karena pantai itu berada dikawasan kampung Tanahling. Aku senang dengan nama itu. Karena nama itu adalah salah satu alasan bagiku untuk cepat-cepat kembali. Kembali pada setiap kenangan masa kecil hingga dewasaku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Teks Karya Ilmiah Singkat

 ANALISIS PRAGMATIK DEIKSIS TEMPAT DAN WAKTU PADA CERPEN MAUKAH KAMU MENGAPUS BEKAS BIBIRNYA DI BIBIRKU DENGAN BIBIRMU BAB 1 Pendahuluan Cer...