Rabu, 21 April 2021

Perihal Ibu


Tak pernah berharap lebih dari yang ada
Karena sesungguhnya sederhana adalah bahagia, kudapati semuanya dari caramu mencintaiku. Mengajariku menghargai kekurangan. dari mana lagi pelajaran berharga itu harus kudapat saat semua kemewahan menjadi tolak ukur untuk dipandangi mata. 

"Apa adanya, tak perlu melihat sekitarmu karena mereka bisa menjatuhkanmu. 
Begitulah katamu. 
Meski terkadang telingaku tak peka dengar perkataan itu, hatiku tak terpengaruh, Kau dengan sabar, sekali lagi, " Jangan, bukan kamu, ini milikmu, yang itu bukan". 
 
Kau dengan segala kelemahan dan kebutaan hurufmu, dengan tangan kasar hitam menjelekan, menyentuhku penuh rasa cinta dan harapan tersirat. Dan aku pun terbujuk auramu.. Semakin membias dan pengaruhi seluruh prinsip hidupku.

Inilah aku.. Hasil didikanmu. Baik burukku adalah dirimu. 

Seluruh dukamukan ku ubah, 
Hingga hilang terjebak waktu.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Teks Karya Ilmiah Singkat

 ANALISIS PRAGMATIK DEIKSIS TEMPAT DAN WAKTU PADA CERPEN MAUKAH KAMU MENGAPUS BEKAS BIBIRNYA DI BIBIRKU DENGAN BIBIRMU BAB 1 Pendahuluan Cer...