Sabtu, 21 Maret 2020

Tentang Kita

Kisah itu terjadi terlalu cepat,sehingga tidak bisa dilukiskan secara pasti. Tapi aku bisa mendongengkannya pada setiap orang yang bertanya tentang kita, tentang hari-hari yang sudah kita lewati, tentang suka dan duka kita dalam mengerjakan tugas,tentang hal-hal konyol yang kita lakukan dalam menghadapi Dosen,meniru gerak-gerik dosen,segala omelan karena tugas menumpuk... Iya.. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Ada beberapa kisah yang tidak bisa diceritakan, karena jika diceritakan bahkan dinding sekalipun bisa menangis.
Heyy.. sahabat seperjuangan, terimakasih sudah memberi warna dalam kisah ini, terimakasih sudah berjuang dan bertahan sejauh ini. Terlalu banyak  cerita yang terlahir, ada yang sudah dilupakan dan ada yang sengaja dilupakan. Kita berdiri ditempat yang sama.. Menatap bintang yang sama.. Meraih bintang yang sama..meski dalam prosesnya terkadang kita saling bertentangan, bahkan terkadang kita sampai bertengkar, tidak saling menegur. padahal hanya karena hal sepeleh. Namun itu tidak bertahan lama, mana mungkin kopi bisa melupakan gula,sedangkan yang memberi kenikmatan itu adalah gula, mana mungkin  pensil bisa melupakan penghapus, sedangkan ketika pensil salah melukis, penghapuslah yang akan menegurnya dan berusaha menghapusnya sehingga tidak ada jejak yang tertinggal yang kemudian akan menimbulkan jejak baru...

Ada satu kisah yang tidak bisa aku lupakan , dimana kita mengalami masa-masa sulit,  kantong kering, perut kita bunyi.. yang tersisa hanyalah berapa rupiah, Masih ingatkah kau kita duduk diberanda kantin, sekali-sekali menengok kedalam sambil menebak apa yang harus kita beli biar semuanya kebagian.. Nah ketika semuanya kebagian masih saja salah satu dari kita yang usil  untuk rebut-rebutan...
 Kisah ini akan terbawa hingga suatu saat ketika kita berpisah, ketika tidak ada kisah  baru yang bisa kita ciptakan lagi, kita cukup mengenang kembali kisah itu, mendongengkannya pada murid-murid kita, atau jadikan itu dongeng sebelum tidur bagi mereka yang akan Tuhan titipkan pada kita.
Dan akhirnya hanya ada satu kalimat yang bisa aku berikan.. Suatu saat ketika kita tidak bersama lagi, jangan pernah melupakan aku, keujung dunia manapun kita pergi, sekali-sekali cobalah rindu dengan semua yang telah kita lewati bersama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Teks Karya Ilmiah Singkat

 ANALISIS PRAGMATIK DEIKSIS TEMPAT DAN WAKTU PADA CERPEN MAUKAH KAMU MENGAPUS BEKAS BIBIRNYA DI BIBIRKU DENGAN BIBIRMU BAB 1 Pendahuluan Cer...