Menyapanya ketika terjaga
Menciumnya lewat harapan
Menggenggamnya dengan doa
Ada sepucuk surat cinta yang kutitipkan pada Tuhan,
Dengan seuntaian bujuk rayu
Karena hanya Dia yang tahu
Bagaimana aku dihatinya
Apakah aku pemenang
Ataukah aku hanyalah rumah singgahan,
Yang siap ditinggal pergi
Sejauh rasa ini menetap
Selama itu juga aku bertahan
Walau tak ada kepastian
Tapi ada keyakinan
Bahwa hujan akan turun dimusimnya
Bunga akan mekar pada saatnya
Matahari akan terbit diwaktunya
bulan akan bersinar pada malamnya
Juga penantian akan berakhir dimasanya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar