Bukan mauku saat itu, Bukan juga maumu.Keadaanlah yang menginginkan, berkonspirasi dengan ruang dan waktu untuk membatasi gerak-gerik kita. Aku sadar.. Aku tak punya kuasa menghentikan atau menyuruh waktu untuk berputar lebih cepat, bahkan aku tak punya hak mendesak ruang agar tidak menjadi pembatas.
Tapi aku bisa,membuktikan kepada mereka, kalau aku bisa bertahan dalam kekuasaan mereka..
Kata siapa mereka kuat? Kata siapa mereka punya hak untuk terus menyiksa kita?
Kau ada aku sama-sama tau, kita harus berjalan dikerikil-kerikil kecil ini, meski kita harus terantuk pada kerikil yang sama,, bukan berarti kita harus jatuh ditengah jalan.. Kita masih punya kekuatan untuk berdiri tegak,berjalan sekali lagi agar tiba di penghujung jalan.
Sekali lagi, jangan berhenti Di sini,pintaku.. Berjuanglah bersamaku, melewati setiap waktu yang akan terbuang sia-sia tanpamu.
Karena aku yakin Selama itu bersamamu, maka jalan itu milik kita.
Hidup itu tak pernah lepas dari sastra, apapun yang kita lakukan, kita alami, dan kita temui dalam kehidupan kita. Setiap peristiwa itu mengingatkan dan mengajak kita untuk berimajinasi hingga mampu menghasilkan berbagai jenis karya sastra.semoga karya-karya sastra dalam blog ini dapat memberikan suatu pelajaran hingga berguna bagi kita yang mencintai sastra.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Contoh Teks Karya Ilmiah Singkat
ANALISIS PRAGMATIK DEIKSIS TEMPAT DAN WAKTU PADA CERPEN MAUKAH KAMU MENGAPUS BEKAS BIBIRNYA DI BIBIRKU DENGAN BIBIRMU BAB 1 Pendahuluan Cer...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar